Anggur Lonceng

Tentang Kami

Sejarah Perjalanan Anggur Lonceng Kim Hoa 500 Hingga Saat Ini.

Profil Perusahaan

Tentang CV Anggur Lonceng Jaya

Sejarah anggur Kim Hoa 500 berawal dari Hioe Hoi Yan, lelaki asal provinsi Guangdong China.

Sama seperti orang China lain, Hioe Hoi Yan pergi dari tanah air kelahirannya karena terjadinya peperangan. Indonesia pun menjadi tempat tujuannya. Pada 1920-an, dia tiba di kepulauan Bangka Belitung di mana saudaranya Hioe Hoi Yong membuka toko obat ramuan tradisional. Hioe Hoi Yan bantu mengelola toko obat tersebut selama beberapa tahun dan di situlah dia belajar tentang obat herbal sinshe tradisional China dan memahami pelbagai sifat dan khasiat nya. Untuk mengisi waktu luang, Hioe Hoi Yan gemar membaca buku tentang pengobatan tradisional dan cara pembuatan anggur obat.

Pada tahun 1940 Hioe Hoi Yan memutuskan untuk pindah ke Jakarta demi mencari peluang usaha. Di Jakarta dia bertemu dengan sang istri Li You Moy dan di ibu kotalah Anggur Kim Hoa 500 pertama kali diproduksi, tepatnya di Jalan Jembatan Lima, Jakarta Barat pada tahun 1941. Pada awalnya Anggur Kim Hoa 500  berbahan fermentasi sari tomat dengan ramuan 8 jenis obat herbal. Lima tahun kemudian usaha rumahan (home industri) tersebut dikembangkan menjadi perusahaan anggur yang terletak di Jalan Pinangsia Raya, Jakarta Pusat.

Hioe Hoi Yan memang berjiwa perantau. Di tahun 1951 dia mengajak istri dan anak ke Medan untuk mendirikan perusahaan anggur baru. Karena daerah Brastagi terkenal sebagai penghasil buah markisa, maka buah inilah yang pada saat itu dipakai untuk bahan fermentasi anggur Kim Hoa 500 Spesial.

Pada tahun 1955, Hioe Hoi Yan memboyong keluarganya ke Kota Bengawan untuk meneruskan usaha minuman anggur Kim Hoa 500. Setelah melakukan riset dengan menggunakan hasil dari fermentasi aneka sari buah dan beras ketan putih, Hioe Hoi Yan akhirnya menciptakan racikan yang berbasis fermentasi beras ketan hitam dan ramuan obat tradisional. Racikan ini kemudian mulai diproduksi dan dipasarkan.

Pria yang tidak tamat sekolah dasar ini mempunyai keinginan untuk memperdalam ilmu pengobatan tradisional, sehingga di tahun 1960 Hioe Hoi Yan mendaftarkan diri pada program pendidikan jarak jauh yang disediakan oleh Universitas Xiamen, Fujian. Hioe Hoi Yan memilih untuk belajar tusuk jarum (akupunktur). Setelah lulus program studi akupunktur, Hioe Hoi Yan koas ke Beijing, Guangzhou dan Shanghai.

Tali kendali perusahaan diserahkan ke Hendrik Surjanto di tahun 1967. Hendrik adalah anak kedelapan dan putra ketiga dari Hioe Hoi Yan dan Li You Moy. Mengikuti jejak ayahnya untuk menjadi juru akupunktur, Hendrik belajar ilmu tusuk jarum secara otodidak dan juga dibawah bimbingan ayahnya.

Hendrik mencurahkan segenap daya dan pemikirannya untuk meramu minuman yang bisa diterima oleh semua kalangan masyarakat. Seiring berjalan waktu, Hendrik menyesuaikan bahan ramuan herbal pada anggur Kim Hoa 500. Hasil kreasi baru ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat karena minuman fermentasi itu memiliki sifat suplemen untuk tubuh.

Kini anggur Kim Hoa 500 diproduksi di kota Solo dengan CV Anggur Lonceng Jaya sebagai produsen. CV Anggur Lonceng Jaya berkomitmen untuk menghasilkan produk berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat Indonesia. Sebagai minuman yang lahir di kawasan Pecinan, Anggur Kim Hoa 500 adalah salah satu produk akulturasi budaya Tionghoa di tanah Jawa.